Detail Berita

Pembimas Katolik Apresiasi Penggagas Taman Seminari Carlo Acutis Fakfak, Sekolah Keagamaan Katolik Pertama Naungan Kemenag Papua Barat

🕒 Dipublikasikan : 02 April 2026
🗂 Kategori : Artikel
Bagikan 🔵 🐦 🟢 ✈️
Pembimas Katolik Apresiasi Penggagas Taman Seminari Carlo Acutis Fakfak, Sekolah Keagamaan Katolik Pertama Naungan Kemenag Papua Barat

Pembimas Katolik Kemenag Papua Barat, Hugo Rizal, menghadiri kegiatan pemberkatan dan peresmian Taman Seminari Carlo Acutis Fakfak pada Rabu (1/4/2026).

Pemberkatan dilakukan oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, dan ditandai dengan pembukaan selubung oleh Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan misa pemberkatan, dilanjutkan dengan pemercikan air berkat mengelilingi bangunan seminari. Acara semakin semarak dengan persembahan lagu dari anak-anak Taman Seminari yang menambah suasana penuh sukacita.

Dalam sambutannya, Uskup menjelaskan bahwa kata seminari berasal dari bahasa Latin semen yang berarti “bibit”.

“Bibit merupakan simbol tempat pembinaan calon-calon pribadi unggul yang kelak akan berguna bagi Gereja dan masyarakat. Dalam sepuluh tahun ke depan, para peserta didik di seminari ini diharapkan mampu bertumbuh menjadi pribadi yang matang, berkualitas, dan berdaya guna,” ungkap Mgr. Hilarion Datus Lega.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas berdirinya bangunan yang besar dan representatif, didukung fasilitas ruang belajar yang lengkap dan memadai. Uskup turut mengungkapkan rasa bahagia serta apresiasi atas dukungan Bimas Katolik Provinsi Papua Barat sehingga Taman Seminari ini dapat terwujud.

Sementara itu, Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan tersebut.

“Pemerintah siap turut mengawasi penyelenggaraan pendidikan di Taman Seminari serta membuka ruang koordinasi apabila terdapat kebutuhan di masa mendatang,” ujarnya.

Pembimas Katolik Kemenag Papua Barat, Hugo Rizal, menyampaikan rasa bangga, bahagia, dan haru atas kerja keras seluruh pihak. Meskipun masih berstatus izin operasional, Taman Seminari ini telah memiliki gedung yang representatif, tata kelola administrasi pendidikan yang baik, serta fasilitas pendukung yang memadai.

“Lembaga ini menjadi sekolah keagamaan Katolik pertama di Papua Barat yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pater Rico Ansow sebagai pencetus dan penggerak berdirinya Taman Seminari di Fakfak. Terima kasih juga kepada Bimas Katolik Kabupaten Fakfak serta seluruh donatur yang telah mendukung terwujudnya Taman Seminari ini,” ungkap Hugo Rizal.

Meski berlangsung sederhana, suasana acara tetap meriah. Hal ini terlihat dari banyaknya spanduk ucapan selamat dan terima kasih dari berbagai pihak, serta kehadiran umat yang begitu banyak dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.